BAGIAN KE II
"TUHAN MODEREN(DARI 1500M HINGGA SEKARANG)"
dalam bagian kedua ini Karen membahas tentang pencerahan, agama ilmiah, ateisme, ketidaktahuan, kematia tuhan, sains dan agama. kan tetapi saya tidak akan menuliskan teman-teman semuanya, melainkan hanya garis besarnya saja. okee
baiklah hal yang sama lagi akan saya lakukan dengan bagian pertama untuk menghipotesiskan dari buku kaya Karen "MASA DEPAN TUHAN",
BAGIAN KEDUA
TUHAN MODEREN
(DARI 1500 M HINGGA SEKARANG)
seiring dikatakan bahwa periode moderen mulai pada 1492,
ketika Crishtopher Columbus menyebrangi samudra Atlantik
dengan harapn menemukan jalan baru ke India dan alih-alih menemukan benua Afrika,
pelayaran ini tentu mustahil, karana belum ada penemuan-penemuan ilmiah,
seperti kompas magnetik dan wawasan baru dari bidang astronomi.
pada tahun 1987, revolisi Prancis dengan seruannya untk kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan, dan bersiap mewujudkan prinsip-prinsip pencerahan dan berjanji akan mengantarkan ke tanah baru,tetapi itu hanyalah selingan singkat, yang dramatis: pada november 1799, Napoleon Bonaparte (1769-1821)
menggantikan penerintahan revolusioner dengan kediktatoran militer.
ini juga pengalaman Einstein. sains baru tidak menentang keajaiban misteri dan mistis.
seperti di jelaskan Einstein :
emosi terindah yang terindah yang kita temui dalam mistik. inikah inilah penyemai semua dalam seni dan ilmu pengetahuan yang sesungguhnya.orang yang asing dan emosi ini… sama saja dengan mati.
mengetahui sesuatu yang tidak bisa kita tembus itu benar-benar ada.
memanifestasikan dirinya kepada kita sebagai kebijaksanaan yang tertinggi dan kaindahan yang paling cemerlang, yang bisa di mengerti oleh daya nalar kita yang tummpul dan yang bentuknya yang paling primitif-----pengetahuan ini,perasaan ini, berada di pusat semua keberagaman sejati.
dan pengertian ini dan dalam pengertian sejati.
dalam dalam pengertian ini, dan hanya pengertian ini sajalah,
yang termasuk dalam jalan orang taat beragamaa.
dalam konteks ini, Einstein tidak mengakui adanya tuhan moderen yang di personalisasi.
tapi bayak di antara para teolog yang karyanya telah kita singgung ---origenes ,
tiga sekawan dari Dapadokia, Denys, dan Akuinas ----akan mengerti apa yang dia maksud.
dan teolog-teolig moderen bertolak belakang dengan kata-kata Einstein, mereka menyatakna bahwa tuhan itu tidak ada, oleh kaarna itu mereka menyangkal kata kata yang mengatakan tuhan itu ada. ini diyakini oleh banyak orang sejamanya, bukanlah suatu pernyataan ateistik:
Kita tidak bisa lagi bisa lagi bicara tentang Tuhan denganmu dan kepada siapapun, karena dia akan segera bertanya "apakan Tuhan ada?" sekarang pertanyaan itu sendiri menyatakan bahwa simbol-simbol Tuhan sudah menjadi tidak bermuka. karna Tuhan dalam pertanyaan itu, sudah menjadi objek yang tidak terhitung banyaknya dalam ruang dan waktu, yang ada atau mungkin tidak ada. Dan ini samasaekali bukanlah arti dari tuhan.
Tuhan tidak pernah akan bisa menjadi objek kognisis, perihalnya benda-benda dan orang kira lihat di sekitar kita.Meliahat dari realitas melalui simbol simbol yang terbatas --- Tuhan di luar " Tuhan" yang terletak di luar teisme----menurut keberanian; kita harua menghadapi simbol yang mati untuk menemukan "Tuhan yang muncul setelah tuhan menghilang dalam kecemasan keraguan"
Apapun yang anda pilirkan tentang Tuhan, Tuhan lebih dari itu. Susunan ide itu sendiri mendekonstruksi, dari setiap konstruksi seperti itu … formula yang menggambarkan Tuhan itu sendiri adalah bahwa tidak ada formula yang dengan Tuhan dapat di diskripsikan…..
0 komentar:
Posting Komentar